Tuesday, May 26, 2009

JalanMu tak Terselami


JalanMu tak Terselami
Oleh setiap hati kami
Namun satu hal kupercaya
Ada rencana yang indah
Tiada terduga kasihMu
Heran dan besar bagiku
Arti kehadiranMu s’lalu
Nyata di dalam hidupku

PenyertaanMu sempurna
RancanganMu p’nuh damai
Aman dan sejahtera
Walau di tengah badai
Inginku s’lalu bersama
Rasakan keindahan
Arti kehadiranMu Tuhan


Begitulah lirik sebuah lagu yang berjudul “Arti KehadiranMU” ciptaan Jonathan Prawira. Lagu ini menceritakan bahwa rencana yang sedang dikerjakan Tuhan dalam hidup seseorang itu gak bisa ditebak atau dikira-kira. Yang jelas Dia mengerjakan rencana yang indah buat hidup umatNya.

Ini juga yang terjadi dalam hidupku. Aku gak pernah mengira aku akan seperti ini. Tuhan bekerja dengan luar biasa. Salah satunya buat kuliahku. Aku akan cerita betapa Dia menunjukkan kuasa dan kasihNya buat aku. Dulu pernah aku ceritain di sini waktu aku dapet beasiswa. Tapi ternyata gak cuma sampai di situ. KaryaNya atas hidupku masih berlanjut. Luar biasa..


Waktu SMA aku berpikir untuk harus melanjutkan kuliah. Tapi pada kenyataannya orang tuaku gak begitu mampu untuk membiayaiku. Jadi aku berpikir untuk berhenti dulu paling gak setahun buat cari pengalaman kerja sambil kumpulin uang.

Tapi satu titik terang muncul. Ada Leadership Development Program (LDP) yang diselenggarain Compassion Indonesia. Program ini akan membiayai secara penuh biaya kuliah anak di universitas yang telah ditentukan dan masih menanggung biaya hidup juga. Dan waktu itu aku mengajukan untuk kuliah di ITB. Betapa aku bekerja keras untuk mengikuti tahap-tahap seleksi yang lumayan capek juga. Dengan doa dan optimisme yang tinggi aku melangkah maju. Apalagi temanku tahun sebelumnya ada yang diterima. Jadi kenapa aku gak bisa, pikirku.

Singkat cerita, ternyata aku gak diterima LDP. Lumayan sedih juga tapi mau gimana lagi. Akhirnya aku mendaftar D3 Teknik Informatika. Sebenarnya aku gak mau kalo orang tuaku gak ada biaya. Tapi mereka ternyata mengusahakan biaya itu. Jadi aku manfaatkan aja sambil berjanji kasih yang terbaik. Dan aku diterima di situ.

Pengumuman kelulusan belum ada, ternyata LDP membuka gelombang kedua buat anak-anak yang gagal di gelombang pertama. Semangat kembali muncul dan aku memutuskan ikut lagi. Perjuangan lumayan berat lagi. Harus ikut tes psikologi yang panjang dan melelahkan padahal pada hari itu juga ada pengumuman kelulusan. Jadi gak bisa merayakan bareng teman-teman. Belum selesai, aku juga harus ikut seleksi lagi di Solo padahal waktu itu ada wasana warsa di sekolah. Ya ampun, sampai gak ada momen perpisahan dengan teman-teman. Dan hasilnya, nihil. Aku tetap gak dapet LDP. Menyedihkan. Tapi aku tetap harus maju, melangkah masuk UKSW.

Tahun pertama di sana belum ada lowongan beasiswa soalnya waktu masuk gak ada prestasi yang bisa diajuin untuk dapet beasiswa. Cuma ada satu. Itupun katanya buat anak-anak yang masuk dengan nilai paling tinggi di masing-masing fakultas. Jadi dalam hati aku sama sekali gak mengharapkan itu. Apalagi ada temanku yang punya nilai yang lebih tinggi dari aku. Tapi Tuhan bekerja di sini. Aku ternyata dapet beasiswa itu karena temanku yang punya nilai lebih tinggi dari aku belum melengkapi syarat-syarat pendaftaran. Betapa bersyukurnya aku soalnya jelas ini gak pernah aku harapkan.

Sebelum masuk tahun kedua, aku mulai berburu untuk cari beasiswa. Yang pertama aku daftar adalah beasiswa rutin UKSW. Setelah wawancara aku gak diterima. Satu alasan yang aku dapat adalah ekonomiku termasuk golongan atas dan masih banyak anak yang masih lebih membutuhkan. What..?!??! Padahal aku sangat mengharapkan beasiswa ini soalnya aku tahu kondisi keuangan orang tuaku yang memprihatinkan. Tapi aku mengamini perkataan itu. Tapi walaupun aku gak diterima, aku diajukan untuk mendaftar beasiswa kompensasi subsidi BBM dari pemerintah.

Beasiswa dari pemerintah itu ternyata pengumumannya lama juga. Jadi sambil nunggu pengumuman aku daftar beasiswa IJARI. Dan hasilnya, lagi-lagi, gak diterima. Tapi jalan masih terbuka, ada pengumuman lowongan beasiswa lagi. Tanpa pikir panjang aku langsung daftar beasiswa Van der Venter itu. Lagi-lagi harus wawancara dan nunggu pengumuman yang katanya lama, sekitar 4 atau 5 bulan setelah itu. Ya sudah lah, sabar menuggu.

Van der Venter belum keluar pengumumannya, tiba-tiba aku dikejutkan dengan diterimanya aku di IJARI. Kaget banget rasanya soalnya waktu dulu jelas-jelas namaku gak ada. Tapi Tuhan bekerja dengan luar biasa, nama-nama yang disebut ini ternyata masuk seleksi gelombang kedua. Tanpa tes, tanpa daftar.

Beberapa bulan menjalani beasiswa IJARI, eh ada pengumuman aku dapat beasiswa Van der Venter. Hebat banget, 2 beasiswa sekaligus. Tapi sayangnya memang salah satu aja yang bisa diambil. Jadi aku mengorbankan Van der Venter soalnya udah duluan IJARI yang aku ambil. Kejutan belum selesai. Selang beberapa waktu aku dapat info lagi kalo aku dapat beasiswa yang dari pemerintah. Wow, luar biasa. Tapi sekali lagi itu udah gak bisa diambil soalnya aku udah dapat beasiswa IJARI.

Karya Tuhan gak berhenti sampai di situ. Hampir setahun aku menjalani beasiswa IJARI, aku ditawari kerja part-time di sebuah software house yang bernama Wacana Inti Informatika. Wawancara berlangsung dan beberapa waktu kemudian diumumkan ternyata aku gak diterima tapi hebatnya setelah itu aku dikabari lagi kalau aku diterima. Tuhan benar-benar luar biasa.

Yang bikin aku bangga kerja di sini adalah pengalaman yang mungkin gak didapat sama teman-teman yang lain. Kerja di bawah deadline n hal-hal yang gak diajarkan di bangku kuliah aku dapat di sini. Dan yang bikin aku tambah puas adalah statusku di sini adalah “Junior Programmer”. Asal tahu aja, programmer adalah cita-citaku sejak SMA dan belum sampai lulus kuliah aku sudah bisa merasakan mendapatkan cita-citaku. Gak pernah terbayangkan sebelumnya dalam pikiranku. Dan ini semua terjadi hanya karena campur tangan Tuhan dalam hidupku. Tanpa-Nya aku gak akan bisa seperti ini.

Saat ini aku hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik. Soalnya memang masih terhitung pegawai kontrak yang diperhitungkan progress kerjanya. Dan aku gak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

Aku hanya bisa berkata. Rencana Tuhan benar-benar tidak pernah bisa dipikirkan dengan akal dan logika manusia. Bergantung kepadaNya..

God Bless You

©e-antz™

0 comments:

Post a Comment

 

Zona Belajarku Copyright © 2008 D'Black by Ipiet's Blogger Template